Makna simbol Maarak Anak dalam Upacara Perkawinan di Nagari Tabek Patah

Penulis

  • Maharani Daswan Universitas Negeri Padang
  • Adri Febrianto Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/csjar.v7i2.191

Kata Kunci:

Anak Pisang, Bako, Maarak anak, Makna, Simbol

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna simbol maarak anak dalam upacara perkawinan di Nagari Tabek Patah, Sumatera Barat. Simbol yang terdapat pada tradisi tersebut seperti, kain panjang, kambiang, ganggah, salomak kuniang dan boban. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pemilihan informan yang dilakukan dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa simbol dalam maarak anak seperti alat-alat, makanan hantaran, hewan yang dipakai dalam kegiatan maarak anak adalah kain panjang, kambiang, ganggah, salomak kuniang, dan boban. Secara emik makna simbol maarak anak dimaknai oleh masyarakat sebagai simbol restu dari pihak bako, kedekatan dan keakraban, kasih sayang bako dengan membantu kehidupan anak pisang, dan kesanggupan bako secara ekonomi. Sedangkan secara etik makna simbol maarak anak mempererat hubungan antara bako dengan anak pisang, memperlihatkan status sosial dan ekonomi, gotong royong dan kebersamaan, serta sebagai kebanggaan bako.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Daswan, M., & Febrianto, A. (2025). Makna simbol Maarak Anak dalam Upacara Perkawinan di Nagari Tabek Patah. Culture & Society: Journal Of Anthropological Research, 7(2), 84–96. https://doi.org/10.24036/csjar.v7i2.191