Nasi Kapau Sebagai Simbol Budaya dalam Wisata Kuliner Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.24036/csjar.v8i1.250Keywords:
Interpretivisme simbolik, Nasi Kapau, Simbol, Wisata KulinerAbstract
Artikel ini menggali dan mendeskripsikan makna simbol wisata kuliner nasi kapau yang dilakukan oleh wisatawan di Kota Bukittinggi dan Nagari Kapau. Nasi kapau menjadi salah satu makanan tradisional yang populer. Berasal dari kampung kecil bernama Nagari Kapau yang terletak di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Penelitian etnografi ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik dari Clifford Geertz. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 11 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumen. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa makan nasi kapau oleh wisatawan merupakan simbol nostalgia dan kebersamaan sosial yang bermakna sebagai wujud budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menghadirkan rasa kekeluargaan dan menjadi pengalaman makan yang tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan nilai emosional. Selain itu, nasi kapau merupakan simbol secara interpretivisme simbolik bermakna sebagai representasi budaya Minangkabau, identitas lokal, dan media kebersamaan sosial.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











.png)